EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RSUD dr. GONDO SUWARNO PADA PERIODE JANUARI-JUNI 2025

Dyah Pratiwi, Elsa (2025) EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RSUD dr. GONDO SUWARNO PADA PERIODE JANUARI-JUNI 2025. Other thesis, Universitas Setia Budi.

[thumbnail of INTISARI dan ABSTRACT.pdf] Text
INTISARI dan ABSTRACT.pdf

Download (391kB)
[thumbnail of FORM PUBLIKASI.pdf] Text
FORM PUBLIKASI.pdf

Download (161kB)
[thumbnail of Elsa Dyah Pratiwi_28november (1).pdf] Text
Elsa Dyah Pratiwi_28november (1).pdf

Download (133kB)
[thumbnail of COVER - BAB I.pdf] Text
COVER - BAB I.pdf

Download (639kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (931kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (752kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (827kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (308kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (428kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga penggunaan antibiotik yang rasional sangat penting untuk mencegah resistensi dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid rawat inap di RSUD Dr. Gondo Suwarno tahun 2025. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif evaluatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan purposive sampling terhadap data rekam medis pasien periode Januari–Juni 2025. Rasionalitas penggunaan antibiotik dievaluasi menggunakan metode Gyssens yang menilai ketepatan indikasi, pemilihan obat, dosis, interval, rute, dan durasi terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seftriakson merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan, diikuti cefixime, levofloxacin, kloramfenikol, dan amoksisilin, dengan pola terapi awal intravena yang dilanjutkan ke oral (step-down therapy). Dari 127 pasien, sebanyak 74,8% penggunaan antibiotik tergolong rasional (kategori 0), sedangkan 25,2% dinilai tidak rasional, terutama pada kategori IIA, IIIA, dan IVA yang berkaitan dengan pemilihan dan dosis antibiotik. Meskipun sebagian besar terapi telah sesuai dengan pedoman PNPK Tifoid 2024 dan PPRA, masih diperlukan perbaikan pada aspek dosis, interval, dan durasi terapi. Secara umum, rasionalitas penggunaan antibiotik sudah baik, namun evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mencegah resistensi. Demam Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga penggunaan antibiotik yang rasional sangat penting untuk mencegah resistensi dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid rawat inap di RSUD Dr. Gondo Suwarno tahun 2025. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif evaluatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan purposive sampling terhadap data rekam medis pasien periode Januari–Juni 2025. Rasionalitas penggunaan antibiotik dievaluasi menggunakan metode Gyssens yang menilai ketepatan indikasi, pemilihan obat, dosis, interval, rute, dan durasi terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seftriakson merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan, diikuti cefixime, levofloxacin, kloramfenikol, dan amoksisilin, dengan pola terapi awal intravena yang dilanjutkan ke oral (step-down therapy). Dari 127 pasien, sebanyak 74,8% penggunaan antibiotik tergolong rasional (kategori 0), sedangkan 25,2% dinilai tidak rasional, terutama pada kategori IIA, IIIA, dan IVA yang berkaitan dengan pemilihan dan dosis antibiotik. Meskipun sebagian besar terapi telah sesuai dengan pedoman PNPK Tifoid 2024 dan PPRA, masih diperlukan perbaikan pada aspek dosis, interval, dan durasi terapi. Secara umum, rasionalitas penggunaan antibiotik sudah baik, namun evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mencegah resistensi.
Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Antibiotic Rationale, Typhoid Fever, Gyssens, RSUD dr. Gondo Suwarno, Retrospective Demam Tifoid, Rasionalitas Antibiotik, Gyssens, RSUD dr. Gondo Suwarno, retrospektif
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Universitas Setia Budi > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Unnamed user with email baa.si@setiabudi.ac.id
Date Deposited: 03 Sep 2026 03:21
Last Modified: 17 Sep 2026 02:04
URI: https://eprints.setiabudi.ac.id/id/eprint/602

Actions (login required)

View Item
View Item