Fedriyanto, Wilton (2024) PRARANCANGAN PABRIK METIL KLORIDA DARI ASAM KLORIDA DAN METHANOL DENGAN KAPASITAS 5.000 TON/TAHUN. Other thesis, Universitas Setia Budi.
INTISARI ABSTRACT.pdf
Download (131kB)
FORM PUBLIKASI.pdf
Download (874kB)
Surat Keterangan Plagiasi_Victor Viero Alevandro Iswanto.pdf
Download (39kB)
COVER - BAB 1.pdf
Download (1MB)
BAB 2.pdf
Download (134kB)
BAB 3.pdf
Download (193kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (427kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (453kB)
BAB 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (471kB)
BAB 7.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (674kB)
BAB 8.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (663kB)
BAB 9.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (252kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pabrik Methyl Chloride dari Methanol dan Hydrogenchloride dengan kapasitas 5.000
ton/tahun akan didirikan di Cilegon, Banten dengan luas tanah 1 hektar. Bahan baku berupa Methanol
yang diperoleh dari PT. KALTIM METHANOL, Bontang dan bahan baku berupa Asam Klorida/
Hydrogen Chloride yang diperoleh dari PT. Assahimas, Cilegon dan bahan pembantu (katalis) berupa
Alumina gel. Pabrik dirancang beroperasi secara kontinyu selama 330 hari efektif, 24 jam per hari,
dan membutuhkan karyawan sebanyak 97 orang.
Pada kondisi Start Up, Campuran metanol dan HCl keluaran Mixer -01 diumpankan ke dalam
Vaporizer-01 (VP-01) untuk diuapkan dan dinaikkan suhunya hingga 300
xv
o
C kemudian dinaikkan
tekanannya menjadi 3 atm menggunakan kompresor dan diumpankan menuju Reactor-01 (R-01). Pada
kondisi Steady State, Campuran metanol dan HCl keluaran Mixer -01 diumpankan menuju inlet shell
Reactor-01 (R-01) untuk digunakan sebagai pendingin sehingga suhunya naik menjadi 97
C dan
berfase gas. Kemudian diumpankan menuju Heater-01 (HE-01) sehingga suhunya naik menjadi 227
C
dengan menggunakan pendingin produk keluaran R-01. Setelah itu, diumpankan menuju Heater-02
(HE-02) untuk dinaikkan suhunya menjadi 300
o
C dan dinaikkan tekanannya menjadi 3 atm
menggunakan kompresor, kemudian diumpankan menuju reaktor (R-01)yang dimana pada rekasinya
dibantu dengan katalis alumina gel. Hasil produk yang berupa gas dari reaktor digunakan sebagai
pemanas pada Heater-1 sehingga suhu gas akan menurun. Kemudian didinginkan menggunakan
Cooler-01 sebelum masuk ke dalam Scrubber-01 (SCB-01) untuk dipisahkan antara produk (metil
klorida) dengan impuritasnya (HCl, metanol, air) dengan kemurnian 91% pada kondisi operasi suhu
35
o
C. Hasil bawah SCB-01 berupa HCl, metanol, air, dan sedikit metil klorida selanjutnya diproses
pada Unit Penganganan Limbah (UPL). Sedangkan hasil atas SCB-01 yang berupa metil klorida, HCl,
metanol, dan sedikit air selanjutnya diumpankan menuju Scrubber-02 (SCB-02) untuk
dipisahkan lagi antara produk (metil klorida) dengan impuritasnya (HCl, metanol, air) dengan
kemurnian 99% pada kondisi operasi suhu 35
o
C dan. . Hasil bawah Scrubber-02 berupa HCl,
metanol, air, dan sedikit metil klorida selanjutnya diproses pada Unit Penanganan Limbah (UPL),
Sedangkan hasil atas Scrubber-02 yang berupa metil klorida, dan sedikit impuritasnya (HCl,
metanol, dan air). kemudian diumpankan menuju Tangki penyimpan adibatis dan bertekanan (
T-03), serta dinaikkan tekanannya menjadi 11 atm menggunakan kompresor, lalu setelah
keluar kompresor suhunya diturunkan menjadi 26
o
C menggunakan Cooler 2 serta pemasangan alat
Condensor sehingga mencegah penguapan metil klorida saat penyimpanan dalam fase cair .
Unit utilitas menyediakan kebutuhan air keseluruhan sebanyak 5.381,485358 kg/jam yang
diperoleh dari PT. Krakatau Tirta Industri, Cilegon. Kebutuhan listrik dipenuhi dengan cara membeli
dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 181,18 kW sebagai cadangan digunakan generator
sebesar 250 kW dengan bahan bakar Dexlite sebesar 7819,971 L/tahun
Hasil evaluasi secara ekonomi memerlukan Fixed Capital Investment (FCI) sebesar Rp
90.257.799.965,32 serta Working Capital (WC) sebesar Rp 29.070.100.037,60.lalu keuntungan
sebelum pajak sebesar Rp 52.310.398.742,39 dan sesudah pajak Rp 40.802.111.019,06 Return on
Investment (ROI) sebelum pajak 58 % dan sesudah pajak 45% sedangkan Pay Out Time (POT) sebelum
pajak 1,5 tahun dan sesudah pajak 1,8 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 29 % dan Shut Down
Point (SDP) sebesar 15 % dengan Discounted Cash Flow Rate of Return(DCFRR) 4,16 % serta masuk
dalam kategori pabrik high risk. Dengan demikian ditinjau dari segi teknis dan ekonomi, pabrik Methyl
Chloride dari Methanol dan Hydrogen Chloride layak didirikan dengan pertimbangkan lebih lanjut.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hidroklorinasi, Hydrogen Chloride, Methanol , Methyl Chloride, Reaktor Fix Bed Multitube. |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Universitas Setia Budi > Fakultas Teknik > S1 Teknik Kimia |
| Depositing User: | Unnamed user with email baa.si@setiabudi.ac.id |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 07:19 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 07:19 |
| URI: | https://eprints.setiabudi.ac.id/id/eprint/404 |
